Selasa, 06 Januari 2015

Mungkin

By Unknown   Posted at  06.37   No comments
    Manusia tak mungkin dapat hidup sendiri di dunia ini. Disini, kita membutuhkan orang lain yang ada disekitar kita. Teman adalah salah satunya. Seseorang akan menilai kita sejak awal pertemuan. Bukan tidak mungkin, apabila kita selalu bersifat baik, pastilah seseorang itu tak menolak untuk menjadi teman kita. Namun, tak jarang pula pertemanan dapat hancur hanya karena  maslah yang sepele.
    Terkadang rassa egois yang tinggi dimiliki oleh seseorang itu, dapat membuat teman menjauh dengan kita. Tanpa sadar seseorang dapat dibenci oleh beberapa temannya. Lalu, seseorang itu selalu mengungkapkan kekesalannya dengan teman-temannya, yang di lakukan dengan cara tersirat melalui sosial media. Hal seperti ini pastinya sering kita temui. Lalu, apabila banyak teman kita yang membenci kita, apakah alasan mereka yang pling tpat adlah menyangkit pautkan masalah ini dengan temna-teman kita ini. Lalu apabila banyak yang menjauhi, bukan tidak mungkin kesalahan dibuat seseorang terhadap beberapa temannya. Maka, selalu jadikan hal yang terjadi itu sebagai pembelajaran bagi kita untuk selalu menjadi yang terbaik di hari esok.

Senin, 05 Januari 2015

Untuk hari ini

By Unknown   Posted at  06.56   No comments
   Tiada satupun diantara kita yang mengetahui kapan datangnya hari akhir itu. Hari dimana bumi ini akan musnah dengan seluruh isinya. Dijelaskan dalam salah satu surat dalam Al-Quran, Al-Qari'ah. Surat ini menjelaskan bagaimana keadaan saat kiamat itu tiba. Disana dikatakan bahwa manusia menjadi seperti anai-anai yang berterbangan dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Sungguh dasyatnya hari kiamat itu. Lalu apa yang harus kita lakukan ? Berlari untuk menghidari datangnya hari itu ? Mustahil ! tak ada seorangpun yang mampu terhindar dan kitapun harus selalu siap menghadapi datangnya waktu itu. Hanya dengan doa dan melakukan yang terbaik, untuk bekal kita di alam yang akan datang. Berdoa agar Sang Maha Kuasa mengambil kita bukan saat hari kiamat itu tiba. Jika ditanya, apa ada diantara kita yang berani dan siap menghadapi waktu yang akan datang itu ? Sebaik apa orang itu, aku yakin tak ada yang mengaku siap akan hal ini. Selalu lakukan kewajiban kita sebagai umat muslim. Dalam 24 jam, kita hanya butuh waktu kurang lebih 25 menit untuk melakukan kewajiban kita yang di bagi dalam 5 waktu. Minimal, jangan lupakan kewajiban kita sebagi seorang muslim, dan selalu lakukan yang terbaik untuk bekal kita di akhirat kelak.

Minggu, 04 Januari 2015

Mungkin Karna Tidak Bertanggungjawab

By Unknown   Posted at  07.11   No comments
Tanggung jawab bukanlah hal yang mudah. Perlu tekad yang kuat untuk mengatakan satu hal hingga nantinya hal itu akan dipertanggung jawabkan. Saat aku berada diantara beberapa pilihan, aku mimilih salah satu dan bukan perkara yang mudah untuk memilih, karna perlu difikir kembali pertanggung jawabannya nanti. 
Bukankah suatu pekerjaan akan berkah apabila kita melakukannya dengan ikhlas dan penuh dengan tanggung jawab ? Namun, mungkin belum banyak yang melakukan hal ini. Lepas dari tanggung jawab bukan hal yang langka. Banyak hal seperti ini terjadi. Apakah tidak sadar bahwa orang lain akan terkena dampaknya ? Mungkin rasa egois yang dimiliki masih terlalu tinggi, sehingga tak ada rasa bersalah dalam diri seseorang itu. 
Entah mengapa rasa benci pada seseorang terkadang muncul karna sifat yang dimilikinya. bukan hanya benci, dendam bahkan juga datang. Rasa yang tidak patut dicontoh ini datang tanpa diminta. Selalu mencoba untuk melepaskan segala rasa negatif yang ada. Namun, tidak juga hilang rasa ini. Setelah begitu adanya, berfikiran positif selalu dilakukan. Namun, kalau tidak bisa hilang? Biarkan saja rasa ini ada. Bukankah ini adalah suatu hal yang wajar ? Ya, memang wajar. Namun, jangan berfikiran bahwa benci dan dendam itu adalah hal yang wajar saat belum melakukan berbagai macam usaha untuk menghilangkan rasa itu.
Maka, pertanggung jawabkan seluruh hal yang kamu lakukan, mungkin rasa benci dan dendam terhadapmu salah satunya adalah karna kamu tidak bertanggung jawab akan suatu hal.

Sabtu, 03 Januari 2015

Profil 5 Remaja

By Unknown   Posted at  07.59   No comments
Bella Fatmala, remaja berumur 18 tahun ini memiliki pengalaman yang sangat mengesankan. Dia dapat menghabiskan waktunya di Jepang selama satu minggu, tanpa sepeser uangpun keluar dari kantongnya.  Awalnya ia bersama kedua temannya mewakili sekolahnya untuk mengikuti lomba debat Bahasa Inggris, yang akhirnya meraih peringkat ke-2 sekabupaten. Keahliannya dalam berbahasa Inggris dan kepiawaiannya menari serta menyinden, merupakan modal utama dipilihnya untuk mewakili DIY ke Jepang. “Enggak nyangka bisa jadi salah satu dari tiga perwakilan DIY”
Dia tidak sendiri, dia berangkat bersama teman-teman barunya, dari seluruh perwakilan Indonesia. Dalam acara JENESYS2.0 (Japan ASEAN Oceanian Student and Youth Exchange) ini dia bersama teman-teman lainnya memperkenalkan budaya Indonesia dengan menari Sajojo. Ia mengaku sangat bahagia dapat berkunjung ke Jepang berkat prestasi yang dimilikinya. Ibunya yang sehari-hari berjualan jamu, mengaku sangat bangga dengan Bella.
Karna pengalamannya ini, dia memiliki teman baru dari beberapa negara. Tak hanya itu, ia mengetahui secara langsung budaya orang Jepang, mengetahui ibadah agama Sinto, merasakan makanan khas Jepang, dan masih banyak lagi. Siswi kelas 3 di SMK 2 Depok/STM Pembangunan Yogyakarta ini mengatakan bahwa pengalaman yang paling mengasyikkan adalah saat berjalan-jalan malam di kota Tokyo. Sedikit oleh-oleh dibelinya untuk teman-teman dan gurunya. “Disana mahal-mahal, orangtua nggak minta oleh-oleh, jadi nggak beliin buat mereka. Hehehe” ungkapnya.


 Remaja kelahiran Bantul, 3 Oktober 1997 ini adalah salah satu siswa SMK Pelayaran Putra Samudra Yogyakarta, Endro Kiswanto namanya. Remaja yang memiliki hobby berenang ini sudah berkeinginan melanjutkan pendidikannya di SMK Pelayaran sejak duduk di bangku SMP. Berbagai usaha dia lakukan untuk dapat bersekolah di sekolah yang didamba-dambakannya itu. Dia merasakan berbagai perubahan semenjak sekolah di SMK ini, menjadi selalu disiplin dalam berbagai hal serta dituntut bergerak cepat.
            Apel pagi setiap harinya serta latihan fisik setiap hari Rabu dan Kamis, menjadi agenda yang tak boleh dilewatkan. Jalan jongkok serta berlari keliling kompleks sekolah menjadi hal yang biasa baginya. Ketertiban dan ketertiban harus selalu dilaksanakannya. “Disana peraturannya ketat, semua ada sanksinya” katanya. Tak jarang ia melihat temannya dihukum push up karna menggunakan sepatu yang tidak disemir.
            Untuk meraih cita-citanya sebagai seorang pelaut profesiona, berbagai sertifikat harus didapatkannya. Di tingkat dua ini, dia harus mendapat sertifikat simulator. Sertifikat praktek laut juga harus dimilikinya, dan masih banyak sertifikat lainnya yang harus dimiliki. Seluruh sertifikat yang dia miliki sejak sekarang, merupakan syarat untuk dapat berlayar
           

 
Nilam Ayu Wulansari, remaja berumur 17 tahun yang memiliki bakat menari. Untuk mengembangkan bakat menarinya, dia melanjutkan pendidikan di SMKI Yogyakarta. Mengambil jurusan tari tentunya. Dengan berbagai tes yang dilalui, akhirnya dia dinyatakan lolos dan menjadi siswi SMKI. Berbagai pengalaman ia miliki, mulai dari lomba menari hingga ikut meramaiakan beberapa acara, salah satunya adalah Ulang Tahun kota Madiun.
            Selain belajar menari di sekolah, ia juga bergabung di sanggar Tari Bali yang berada di Kota Gede. Dengan bakat yang ia miliki, berbagai job sering didapatkan, di dalam maupun luar kota. Ia mengaku sangat senang apabila mendapat job. Pengalaman yang diperoleh serta beberapa uang yang di dapatnya menjadi alasan utamanya.
            Pengalaman lucu juga pernah didapatnya. Saat itu ia tampil di Borobudur, karna terburu-buru ia lupa memeriksa kembali properti yang akan digunakannya. Ternyata tanpa disangka topeng yang akan digunakannya hanya memiliki satu tali. Kepanikan terjadi saat pertengahan perfom, karna saat itulah ia baru menyadari akan hal ini. Topeng yang seharusnya dipakai, dengan spontan dileparnya, sehingga menimbulkan suara yang lumayan keras. “Penonton kelihatan sangat bingung, aku jadi malu” katanya. Tak disangka, remaja yang sangat hobby menari tari angguk ini memiliki cita-cita sebagai pramugari.

            Candra Bayu Sulistiyo, remaja berusia 16 tahun ini memiliki hobby sepak bola sejak kecil. Sejak duduk di kelas 4 SD, dia bergabung dengan club SSB Mas yang berada di Yogyakarta. Berbagai perlombaan sepak bola diikutinya. Dia dan timnya pernah menjuarai lomba antar club sepak bola di Yogyakarta, dan hasilnya sangat memuaskan, juara 1 diraihnya. Karna kemenangan timnya itu, mereka mendapat kesempatan mengikuti lomba tingkat Nasional di Jakarta. Lomba kali ini tidak menghasilkan hasil yang memuaskan. Dia dan timnya pun harus kembali ke Yogyakarta tanpa membawa meraih gelar juara. “Seneng bisa ikut lomba-lomba, kan kalo menang kadang-kadang dapet tas, sepatu, sama kaos kaki, lumayan semuanya bermerek, dapet uang juga. Hehe”
            Setelah lulus dari SMP ia sudah tidak lagi bergabung dengan SSB Mas. Ia berusaha keras agar dapat melanjutkan ke sekolah yang diimpikannya, SMA N 1 Sewon. Lari-lari dengan jarak yang tidak dekat selalu dia lakukan saat sore hari. Akhirnya segala usaha yang di lakukannya itu berbuah manis. Ia diterima menjadi siswa SMA N 1 Sewon setelah mengikuti berbagai macam tes. Sekolah itu memiliki kelas khusus olahraga (KKO) sehingga apabila dia dapat menjadi siswa di sekolah ini pastilah akan lebih mendukung hobby sepak bolanya itu.
            Namun, keinginannya untuk masuk di kelas sepak bola harus dikuburnya dalam-dalam, ini dikarenakan berat badannya yang kurang ideal dengan tinggi badannya. Dan diapun memilih untuk mengambil kelas volly. Dia mengaku kemampuannya dalam olahraga volly sangat jauh dibawah teman-temannya. Namun, dia tak pernah menyerah untuk mengejar ketertinggalannya itu.


Linda Puspita Arum Sari, remaja berumur 18 tahun ini kini duduk di bangku kelas 2 SMK Muhammadiyah 2 Moyudan. Sejak beberapa bulan lalu, ia selalu menghabiskan waktunya di rumah. Sehabis pulang sekolah, ia tetap dirumah untuk membantu pekerjaan orangtua dan mengasuh adiknya yang berumur jauh dibawahnya. Ia jarang sekali menghabiskan waktunya untuk keluar rumah.
            Beberapa bulan yang lalu, saat hari hampir petang, ayahnya berbaring ditempat tidur. Berbeda seperti biasanya, pandangan ayahnya kosong. Dia hanya diam seperti memendam banyak pikiran. Kejadian ini pun membuat keluarga ini sangat bingung. Untung saja, tetangganya menawari bantuan untuk mengantarkan ayah Linda menuju Rumah Sakit.
Beberapa hari kemudian, hasil lab dari tes darah yang di lakukan menyatakan bahwa ayahnyan terkena gagal ginjal. Sejak itu ayahnya rutin cuci darah dan kini selalu melakukan cuci darah sebanyak dua kali dalam seminggu. Lama kelamaan kondisi ayahnya terus melemah. Badannya menjadi kurus, mudah sesak nafas, mudah marah, dan mudah merasa pusing. Karna itulah kini ayahnya tidak lagi bekerja dan hanya ibunya yang bekerja sebagai penjual sayur keliling.

            Karna hal ini Linda ingin cepat bekerja untuk membantu ekonomi keluarga dan tidak terfikir di benaknya untuk melanjutkan keperguruan tinggi. Memang biyaya cuci darah telah ditanggung BPJS namun, oksigen yang harus dibeli kurang lebih seminggu sekali dengan uang sendiri, dan menu makanan ayahnya yang tidak bisa sembarangan, menghabiskan biyaya yang tidak sedikit. Ditambah lagi dengan biyaya sehari-hari keluarga ini. Harapan Linda hanya satu, ia hanya ingin ayahnya sembuh kembali lagi seperti sediakala.

biarkan semua menjadi jernih kembali

By Unknown   Posted at  07.41   No comments
    Ada saatnya fikiran ini tidak dapat berfikir dengan jernih. Ada saatnya hati ini tidak nyaman dengan suasana yang ada. Ada saatnya tubuh ini lelah akan segala aktivitas yang ada. Dan ada saatnya bibir ini mengeluh akan segala hal yang terjadi. Wajar, aku seorang manusia biasa yang juga dapat merasakan apa yang orang lain rasakan. Lelah, pusing, bosan, dan masih banyak hal yang kadang aku rasakan, sama seperti manusia pada umumnya. Dan ketika hal-hal yang sama sekali tidak menarik  itu kurasakan, aku membutuhkan waktu untuk memulihkan semua ini.
Duduk sendiri, merenungkan apa yangtelah terjadi, lalu ku biarkan semuanya menjadi jernih, kutunggu sejenak dan jawaban dari semua itupun akan datang..

Jumat, 02 Januari 2015

Bukankah cobaan membuat kita lebih kuat ?

By Unknown   Posted at  05.31   No comments
Kamu pernah mengeluh dan sempat berfikir bahwa apa yang kamu jalani hari ini sulit ? 
Untuk apa merasa sulit ? padahal kamu masih punya orangtua yang mampu menjadi pendengar setia serta memberikan solusi untuk masalah-masalah mu. 
Lalu apa kamu punya masalah dengan orangtua sehingga kamu merasa kamu tak kuat lagi untuk menjalani kehidupan ini ?
Untuk apa tak kuat lagi ? bukankah kamu masih punya teman yang menggenggam tangan mu dan membantu mu melukiskan senyum di bibirmu.
Oh, ternyata kamu punya masalah dengan teman sehingga kamu tak semangat di setiap harimu ?
Untuk apa tak semangat ? Bukankah kamu memiliki sahabat yang dapat memberikan suntikan semangat untuk mu.
    Terkadang mulut ini dengan mudah nya mengeluh, hati sangat mudah rapuh, dan raga yang mudah lelah. Hal ini sulit dihilangkan, perlu cara yang pas agar mampu melepass semua ini.  Setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk menjauh dari penyakit-penyakit itu. Karna memang rasa tak nyaman datang ketika hal-hal itu terjadi, walau ini hal yang wajar. Mungkin kamu perlu mencoba menggunakan caraku. Melihat siaran televisi mengenai kisah hidup seseorang yang luar biasa.
    Teringat aku pada salah satu kisah seorang anak berusia 13 tahun yang hanya hidup berdua dengan adikknya yang berusia 4 tahun. Mereka ditinggal pergi ibunya setelah selang beberapa hari ayahnya kembali lagi ke negri orang untuk mencari nafkah. Ibunya pergi membawa uang yang mestinya digunakan untuk biyaya hidup sehari-hari dan membayar biyaya sekolah anak-anaknya. Rumah yang berdinding anyaman bambu itu menjadi harta berharga dua kakak beradik ini. 
    Putus sekolah menjadi jalan kehidupan kakak yang sangat sabar mengasuh adiknya ini. Hari demi hari meraka lalui berdua di dalam gubug itu. Hasil keringat ayahnya yang takseberapa membuat ayahnya tak rutin setahun sekali menemui mereka. Sang kakak bekerja sebagai penggiling padi keliling desa. Sedangkan adiknya di rumah saja. Pekerjaan rumah di lakukan bersama. Adik mendapat tugas mengambil air dan mencuci pakaian. Sedangkan kakak mendapat tugas memasak sebelum dan sesudah bekerja. 
    Penghasilan yang didapat kakak hanya cukup untuk makan sehari-hari. Impiannya untuk mengyekolahkan adiknya hingga setinggi-tingginya seakan-akan hanya menjadi bayangan yang mudah hilang begitu saja. Tapi semangatnya yang tak pernah padam membuat sang kakak harus bekerja lebih keras lagi. Ia berinisiatif untuk bekerja di Jawa Timur dan meninggalkan adiknya bersama ayahnya. Namun, adiknya tak ikhlas mendengar hal itu sehingga kakak membatalkan kepergiannya menuju Jawa Timur. Entah sampai kapan mereka hidup seprti ini.
    Bayangkan! apa kamu lebih susah dari mereka ? Apa bibir mu semudah itu mengeluh ? Jika Mereka memiliki hati yang rapuh seperti kita, apa mereka masih kuat menjalani kehidupan ini ? 
Yap, teman.. jangan mudah mengeluh dengan kehidupan ini, karna ternyata kamu masih jauh lebih beruntung darinya. Selalu berfikir positif, yakinlah setiap cobaan yang ada pastilah membuat kita lebih dewasa dan semakin kuat menghadapi kehidupan ini. Semangat baru teman !!!

Rabu, 31 Desember 2014

Karna tidak ada yang tau kapan saat itu tiba

By Unknown   Posted at  22.27   No comments
    Tak terasa waktu begirtu cepat berlalu. Pengurus IDAMANKU (Ikatan Pemuda Pemudi Karanglo Utara) telah berganti. Harapan-harapan baru mulai berjajar rapi dalam angan-angan kami. Malam tahun baru dijadikan waktu berkumpul yang sangat tepat. Tak terasa pula seiring berjalan nya waktu yang selalu kita lalui dengan canda dan tawa, salah satu diantara kita telah pergi menghadap Sang Maha Kuasa.
    Takdir memang mengejutkan. Tak ada yang tau kapan saat itu tiba. Sekarang ? besok? atau lusa? Ya, biarkan ini menjadi rahasia Sang Pemilik segalanya. Jadikan ini sebagai pemicu kita untuk selalu melakukan kewajiban yang telah ditentukan, karna kita harus selalu siap kapanpun saat itu tiba.
    Suasana haru sempat menyelimuti kebersamaan kami di malam pergantian tahun ini. Kenangan-kenangan indah bersama Almh Daning selalu teringat. Sifatnya yang baik selalu mengingatkan kami kepada gadis berambut panjang itu. Karna sifatnya pula, wajar bila kami sayang padanya.
    Ditahun yang baru ini lembaran baru kami buka. Menghapus segala hal negatif dan membiarkan hal positif tetap ada. Dan tentunya satu hal yang tak akan terhapus, nama nya akan selalu terucap dalam doa-doa disetiap sujud kami.
"Semoga dia selalu tenang di sana, selalu berada disisiNya, serta bahagia selalu menyertainya. Amin"

Back to top ↑
Connect with Us

    JAM

    Diberdayakan oleh Blogger.
    .
    Read more at http://lenterablogger.blogspot.com/2012/05/cara-buat-burung-twitter-terbang.html#VhwtO3eVvSUhfuDj.99

What they says

© 2013 afi's blog. Distributed By Blogger Themes | WP Mythemeshop Converted by Bloggertheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.